وَلَمَّا فَتَحُوا۟ مَتَٰعَهُمْ وَجَدُوا۟ بِضَٰعَتَهُمْ رُدَّتْ إِلَيْهِمْ قَالُوا۟ يَٰٓأَبَانَا مَا نَبْغِى هَٰذِهِۦ بِضَٰعَتُنَا رُدَّتْ إِلَيْنَا وَنَمِيرُ أَهْلَنَا وَنَحْفَظُ أَخَانَا وَنَزْدَادُ كَيْلَ بَعِيرٍ ذَٰلِكَ كَيْلٌ يَسِيرٌ
Glosarium Al-Qur'an · draf
بعر
unta
Seekor unta yang digunakan untuk membawa muatan terukur.
Cakupan leksikal
Cakupan: himpunan segmen terkurasi · Kemunculan: 2
Akar: بعر
Lema: بعير
Bentuk: بَعِيرٍ
Contoh kemunculan (2 dari 2)
Kemunculan dalam cakupan ditampilkan menurut urutan Al-Qur'an: 2.
قَالُوا۟ نَفْقِدُ صُوَاعَ ٱلْمَلِكِ وَلِمَن جَآءَ بِهِۦ حِمْلُ بَعِيرٍ وَأَنَا۠ بِهِۦ زَعِيمٌ
Mengapa makna ini dipilih
Kedua kemunculan nomina tampil dalam kisah Yusuf sebagai hewan yang menentukan kuantitas angkutan: tambahan satu takaran muatan unta berupa biji-bijian dan satu muatan unta yang ditawarkan sebagai ganjaran. Konstruksi kuantitas tersebut tetap merupakan penggunaan komposisional dari acuan hewan pengangkut yang sama.