وَقَالُوا۟ هَٰذِهِۦٓ أَنْعَٰمٌ وَحَرْثٌ حِجْرٌ لَّا يَطْعَمُهَآ إِلَّا مَن نَّشَآءُ بِزَعْمِهِمْ وَأَنْعَٰمٌ حُرِّمَتْ ظُهُورُهَا وَأَنْعَٰمٌ لَّا يَذْكُرُونَ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَيْهَا ٱفْتِرَآءً عَلَيْهِ سَيَجْزِيهِم بِمَا كَانُوا۟ يَفْتَرُونَ
Glosarium Al-Qur'an · draf
ٱفْتِرَاء
pengadaan
Nomina verbal Bentuk VIII menamai tindakan menyusun penisbatan keagamaan tanpa dasar.
Cakupan leksikal
Cakupan: himpunan segmen terkurasi · Kemunculan: 2
Akar: فري
Lema: افتراء
Bentuk: ٱفْتِرَآءً
Contoh kemunculan (2 dari 2)
Kemunculan dalam cakupan ditampilkan menurut urutan Al-Qur'an: 2.
قَدْ خَسِرَ ٱلَّذِينَ قَتَلُوٓا۟ أَوْلَٰدَهُمْ سَفَهًۢا بِغَيْرِ عِلْمٍ وَحَرَّمُوا۟ مَا رَزَقَهُمُ ٱللَّهُ ٱفْتِرَآءً عَلَى ٱللَّهِ قَدْ ضَلُّوا۟ وَمَا كَانُوا۟ مُهْتَدِينَ
Mengapa makna ini dipilih
Seluruh 60 kemunculan kelompok ditinjau pada satu halaman, tanpa segmen terlindungi dan tanpa perbedaan saksi. Al-Quran 3:94, 4:50, 6:21, 10:60, 16:105, dan 61:7 secara eksplisit memasangkan kelompok itu dengan dusta, sedangkan konteks pasif, partisipel, nomina verbal, fitnah, dan kata sifat penuduh mempertahankan satu inti pengada-adaan. Setiap terjemahan kanonis, cabang, dan aturan berbentuk tunggal.