قَالُوا۟ يَٰلُوطُ إِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَن يَصِلُوٓا۟ إِلَيْكَ فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِّنَ ٱلَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنكُمْ أَحَدٌ إِلَّا ٱمْرَأَتَكَ إِنَّهُۥ مُصِيبُهَا مَآ أَصَابَهُمْ إِنَّ مَوْعِدَهُمُ ٱلصُّبْحُ أَلَيْسَ ٱلصُّبْحُ بِقَرِيبٍ
Glosarium Al-Qur'an · draf
يَلْتَفِتْ
berbalik
Bentuk refleksif menunjukkan membalikkan diri sambil bergerak menjauh.
Cakupan leksikal
Cakupan: himpunan segmen terkurasi · Kemunculan: 2
Akar: لفت
Lema: يلتفت
Bentuk: يَلْتَفِتْ
Contoh kemunculan (2 dari 2)
Kemunculan dalam cakupan ditampilkan menurut urutan Al-Qur'an: 2.
فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِّنَ ٱلَّيْلِ وَٱتَّبِعْ أَدْبَٰرَهُمْ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنكُمْ أَحَدٌ وَٱمْضُوا۟ حَيْثُ تُؤْمَرُونَ
Mengapa makna ini dipilih
Ketiga kemunculan rumpun ditinjau pada satu halaman berbatas; setiap kemunculan merupakan target beku, tanpa catatan terlindungi atau kandidat terpadatkan. Pada 10:78, bentuk I bersifat transitif: para penutur menuduh Musa memalingkan mereka dari jalan warisan mereka. Pada 11:81 dan 15:65, bentuk VIII bersifat refleksif dalam keberangkatan malam dan melarang siapa pun menoleh ke belakang. Ketransitifan bentuk I, kerefleksifan bentuk VIII, persona, modus, negasi, dan pelengkap arah tersusun secara lokal. Pengalihan abstrak dan menoleh ke belakang secara jasmani mempertahankan satu inti perubahan arah. Tidak ada muatan bacaan selaras atau masalah yang belum terselesaikan.